RSS

Pages

Sawang Sinawang

 
Ada peribahasa yang bilang " Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri "artinya apa yang dimiliki oleh orang lain, biasanya terlihat lebih indah (lebih baik) dari apa yang kita miliki. Ada lagi pepatah Jawa,"Urip iku sawang sinawang” begitu kata bijak yang sering saya dengar ketika tumbuh berkembang bersama tradisi Jawa. Kurang lebih jika dialih bahasakan,” Hidup itu tergantung bagaimana kita melihat”. Dalam hidup kadang kita terjebak dalam pandangan kehidupan orang lain “LEBIH BAIK” daripada yang kita miliki.. mengapa?
Sama halnya dalam perjalanan 12 tahun hidupku yang single fighter. Luar biasa aku melalui nya. Hanya karena kekuatanNya aku bisa tegar dan bertahan dalam kondisi luar biasa.
Ada kalanya aku lihat orang lain dengan keluarga yang lengkap,komplit dengan materi fisik,finansial terpenuhi. Ada kalanya mataku terpesona dengan kemesraan,keakraban,kebahagiaan pasutri yang rasa-rasanya bener-bener hidup ini nikmat. Kadang aku juga melihat orang lain dengan kedudukan jabatan, harta, kekuasaan yang waah....hebat nya . Kadang melihat bagaimana anak2 nya dibahagiakan, dipenuhi dengan segala fasilitas dan kesempatan yang lebih oleh ayah bundanya,rasanya seneeng aja. Belum lagi kalau anak2nya bisa diajak berjalan-jalan kemaaannnaa ajaa...wah seneng deh ngeliatnya. Walau ujung-ujungnya aku juga jadi melas, mesake anak2ku karena aku tak bisa memberinya lebih.
Tidak menutup mata,telinga juga saat aku ikut berbahagia,bangga dengan temen-temen suamiku di TNI AU yang sudah mendapat amanah mjd pimpinan di lingkup TNI AU, ada yang tergolong perwira menengah, ada juga perwira tinggi. Seneng dan bahagia. Namun sisi hatiku yang lain merasa sedih.....yaa itu tadi aku suka terjebak dengan sebuah pandangan yang akhirnya jadi emosional juga...jadi sedih banget rasanya. Aku gak tahu adakah orang yang bisa merasakan rasa itu di hatiku ? Hahhaaaa gak ada kali. Tapi tak mengapa, aku hanya bisa mengungkapkan rasa ini melalui barisan kata saja. Jadi yang ada aku kembali berandai andai lagiiii deh.
Kalau saja ada dia, mungkinkah aku juga akan seperti mereka ?
Kalau saja ada dia, mungkin kondisiku tak seperti sekarang ?
YA kalau iya....kalau nggak ? Jiaaah siapa yang tahu apa yang bakal terjadi ? Karena semua sudah ada skenarionya kan ?
Agh cape deh kalau mikir dan mikir hal-hal yang sudah tak mungkin hidup lagi. Sia-sia kan ?
Tapi yaa itu, kudu belajar memanage hati ini lebih tertata lagi. Tidak mudah, karena semua yang ada disekitarku terlihat, terdengar ......
Yaah sudah lah...hidup itu memang ber"seni" , namanya juga manusia...jadi hal yang lumrah kali yaa kalau ada jurus sawang sinawang hihiiiii asal tidak membuat hidup mendadak berhenti seketika dan  tidak menjadi penyakit hati. Na'udzu billahi mindzalik.
Ada baiknya kali yaa,aku  ambil sisi positif dan menghargai,menerima kenyataan atas kondisi diri saat ini. Iyaa emang semua perlu proses, tidak sakdet maknyet langsung bisa menerima.
Yaah ikut merasakan kebahagiaan teman teman suamiku juga akan membuat diri menjadi bahagia dan bersyukur. Memang aku hanya ditakdirkan sebagai penikmat saja....
Juga ikut merasakan kebahagian atas temen-temenku yang utuh dengan belahan jiwanya mengarungi bahtera rumah tangga nya, penuh dengan cinta bahagia selalu. Memang aku harus menerima dengan ikhlas bahwa i'm single and happy.
Belum lagi temen-temenku yang sukses dengan kariernya, punya keluarga yang lengkap dan sudah jadi deh pokoknya.
Sesaat melihat diriku...oooo Ooow, kenapa jadi begini ? Gitu aja ujung2nya.
Seharusnya banyak hal yang bisa aku syukuri dalam hidupku....ada banyak hal yang aku dapatkan. Semoga aku bisa istiqomah dengan ketegaran dan semangat hidupku untuk 2 bidadariku yang amazing dan buat Mama Papa ku yang luar biasa, aku gak tahu apa jadinya tanpa Mama Papa dalam hidup ku ini. Semua harus dilalui......yaah optimis....menjemput rejeki. Optimis dan never give up.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar